Senin, 19 November 2012


LAPORAN PENDAHULUAN PERILAKU KEKERASAN

A. Pengertian
Marah adalah perasaan jengkel yang timbul sebagai respon terhadap kecemasan / kebutuhan yang tidak terpenuhi yang dirasakan sebagai ancaman
(Stuard and Sundeen , 1995)
Prilaku kekerasan yaitu suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik pada diri sendiri atau orang lain
(Townsend , 1998)
Prilaku kekerasan adalah prilaku yang ditandai dengan menyentuh orang lain secara menakutkan, member kata-kata ancaman, melukai disertai melukai pada tingkat ringan dan yang paling berat adalah melukai atau merusak secara serius
(Budi anna keliat , 2002)
Kesimpulan : prilaku kekerasan adalah prilaku dimana seseorang melakukan tindakan yang membahayakan dirinya maupun orang lain sebagai akibat dari perasaan jengkel yang timbul sebagai respon kekesalan atau kebutuhan yang tidak terpenuhi yang dirasakan sebagai ancaman.

B. Proses terjadinya masalah
A. factor predisposisi
1. factor perkembangan
Hambatan perkembangan dan mengangu huungan intrapersonal yang dapat meningkatkan stress dan ansietas yang dapat berakhir dengan ganguan persepsi, klien mungkin menekan perasaan sehingga pematangan fungsi intelektual dan emosi tidak efektif.

2. factor budaya
Budaya tertutup dan membatas secara diam dan control sosial yang tidak pasti terhadap prilaku kekerasan akan menciptakan seolah-olah prilaku kekerasan diterima
3. factor psikologis
kegagalan yang dialamidapat menimbulkan prustasiyang kemudian dapat timbul agresif atau amuk, masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan, yaitu ditolak atau dihina dan dianiaya.
4. Factor biologis
Kerusakan system limbie, lobus frontal, lobus temporal dan ketidak keseimbangan membrane transmitter turut berespon terhadap terjadinya prilaku kekerasan
B. Factor presipitasi
Dapat bersumbar dari klien, lingkungan atau interaksidari orang lain, kondisi klien seperti kelemahan fisik (penyakit fisik) keputusasaan, ketidak berdayaan, percaya diri yang kurang, dapat menjadi penyebab prilaku kekerasan
Factor prilaku
 Factor yang berkaitan dengan marah antara lain :
 Menyerang atau menghindar (fight of flight)
 Mengatakan dengan jelas (assertivines)
 Memberontak (acting out)
 Kekerasan atau amuk (violence)

C. Mekanisme kooping
Mekanisme kooping yang sering digunakan pada klien dengan prilaku kekerasan
1. Displacemen
Pengalihan emosi yang semula ditunjukan pada seseorang atau benda kepada orang lain yang biasanya netral atau lebih sedikit mengancam jiwanya
2. Sublimasi
Penerimaan suatu sasaran penganti yang mulia artinya dimana suatu masyarakatuntuk suatu dorongan yang mengalami halangan dalam penyaluran secara normal
3. Proyeksi
Pengalian unsure emosianal ataundari suatu pikiran yang menggangu dapat bersifat sementara atau berjangka waktu
4. Persepsi
Mengesampingkan secara tidak sadar tentang suatu pikiran, impuls atau ingatan yang menyakitkan atau bertentangandari kesadaran seseorang

D. Rentang respon
Respon kemarahan dapat berfluktasi sepanjang rentang respon adaptif dan maladaptif
Respon adaptif Respon maladaptive

Pernyataan frustasi Pasif agresif Amuk / kekerasan


1. Respon adaptif
Respon yang bisa diterima norma-norma sosial dan kebudayaan secara umum yang berlaku dengan kata lain bahwa indifidu tersebut dalam batas normal menyesusikan masalah respon ini meliputi :



a. Pernyataan (assetion) adalah respon marah dimana indifidu mampu menyatakan atau
mengungkap prilaku kekerasan rasa marah (tidak setuju tanpa menyalahan atau menyalahkan
orang lain)
b. Frustasi adalah respon yang terjadi akibat indifidu gagal mencapai tujuan kepuasan, rsa aman yang biasanya dalam keadaan tersebut indifidu tidak menemukan alternative

2. Respon maladaptive
Respon yang diberikan indifidu dalam menyelesaikan masalah yang sudah menyimpang dari norma sosial dan kebudayaan suatu respon maladaptive yang terlihat
a. Pasif adalah suatu keadaan dimana indifidu tidak mampu untuk mengungkapkan prilaku kekerasan perasaan yang sedang dialami untuk menghindari suatu tuntutan nyata
b. Agresif adalah prilaku yang menyertai marah dan merupakan dorongan indufidu untuk menuntut sesuatu yang diangap benar dalam bentuk destruktif tetapi masih terkontrol
c. Amuk adalah respon atau perasaan marah dan bermusuhan yang kuat disertai hilang control dimana indifidu dapat merusak diri sendiri, orang lain dan lingkugan

C. Pohon masalah
Resiko mencedrai dirisendiri, orang lain dan lingkungan

Prilaku kekerasan


Ganguan konsep diri ; harga diri rendah


D. Diagnose keperawatan
1. Prilaku kekerasan
2. Ganguan konsep diri : harga diri rendah
3. Resiko mencedrai diri sendiri orang lain dan lingkungan

E. Rencana tindakan keperawatan
Prilaku kekerasan
1. Tujuan umum
Klien tidak melakukan prilaku kekerasan
2. Tujuan khusus
a. Klien dapat membina hubungan saling percaya
b. Klien dapat mengidentifikasi penyebab prilaku kekerasan
c. Klien dapat mengidentifikasi tanda-tanda prilaku kekerasan
d. Klien dapat mengidentifikasi prilaku kekerasan yang biasa dilakukan
e. Klien dapat mengidentifikasi akibat prilaku kekerasan
f. Klien dapat mengidentifikasi cara konstruktif dalam berespon terhadap kemarahan
g. Klien dapat mendemonstrasika cara mengontrol prilaku kekerasan
h. Klien dapat mengunakan obat dengan benar (sesuai program pengobatan)
i. Klien dapat dukungan keluarga untuk mengontrol prilaku kekerasan
j. Klien mendapatkan perlindungan diri lingkungan untuk mengontrol prilaku kekerasan


3. Intervensi keperawatan
a. Bina hubungan saling percaya
 Beri salam atau pangil nama
 Sebutkan nama perawat sambil jabat tangan
 Jelaskan maksud tujuan interaksi
 Jelaskan tentang kontrak yang akan dibuat
 Beri rasa aman dan sikap empati
 Lakukan kontak singkat tapi sering


b. Mengidentifikasi penyebab prilaku kekerasan
- Beri kesempatan untuk mengungkapkan prilaku kekerasan perasaannya
- Bantu klien untuk mengungkap prilaku kekerasan penyebab perasaan jengkel atau kesal

c. Mengidentifikasi tanda-tanda prilaku kekerasan
- Ajurkan kilen untuk mengungkap prilaku kekerasan yang biasa di lakukan klien
- Observasi tanda prilaku kekerasan pada klien
- Simpulkan bersama klien tanda-tada jengkel atau kesal yang di alami klien

d. Mengidentifikasi prilaku kekerasan yang biasa dilakukan
- Anjurkan klien untuk mengungkap prilaku kekerasan yang di lakuka klien
- Bantu klien bermain peran sesuai dengan prilaku kekerasan yang biasa di lakukan
- Bicarakan dengan klien, apakah dengan cara yang di lakukan klien masalah bias selesai

e. Mengidentifikasi akibat prilaku kekerasan
- Bicarakan akibat atau kerugian dari cara yang di lakukan klien
- Bersama klien menyimpulkan akibat cara yang di lakukann atau di gunakan oleh klien
- Tanyakan kepada klien apakah dia ingin mempelajari cara baru yang sehat


f. Mengidentifikasi cara konstruktif dalam berespon terhadap kemarahan
- Tanyakan kepada klien apakah dia ingin mempelajari cara baru yang sehat
- Beri pujian jika klien mengetahui cara lain yang sehat
- Diskusikan dengan klien cara lain yang sehat
• Secara fisik : tarik nafas dalam jika sedang kesal atau memukul bantal atau kasur atau olahraga atau pekerjaan yang menggunakan tenaga
• Secara verbal : katakana saya sedang kesal atau tersunggung atau jengkel (saya kesal anda berkata seperti itu, saya marah karena mama tidak memenuhi keinginan saya)
• Secara sosial : lakukan dalam kelompok cara-cara marah yang sehat, latihan Arsetif, latihan manajemen prilaku kekerasan
• Secara spiritual : anjurkan klien untuk sembahyang, berdpa atau beribadah, meminta ke pada Tuhan untuk di beri kesembuhan, mengadu pada Tuhan tentang kekerasan atau jengkel

g. Mendemonstrasika cara mengontrol prilaku kekerasan
- Bantu klien memilih cara yang paling tepat uantuk klien
- Bantu klien mengidentifikasikan manfaat cara yang telah di pilih
- Bantu klien menstimulasikan tersebut
- Beri reinforcement positif atas keberhasilan klien menstimulasikan cara tersebut
- Anjurkan klien menggunakan cara yang telah di pelajari saat jengkel atau marah
- Susun jadwal melakukan cara yang telah di pelajari


h. Mengunakan obat dengan benar (sesuai program pengobatan)
- jelaskan jenis-jenis obat yang di minum klien
- diskusikan manfaat minum obat dan kerugian berhenti minum obat tanpa seijin dokter
- jelaskan 5 prinsip benar minum obat ( baca nama yang tertera pada botol obat , dosis obat, waktu, dan cara minum )
- jelaskan manfaat minum obat dan efek yang perlu di perhatikan
- anjurkan klien minum obat dan minum pbat tepat waktu
- Anjurkan klien melapor pada perawat atau dokter yang merasakan Aspek yang tidak menyenangkan
- Beri pujian jika klien minum obat dengan benar

i. Dukungan keluarga untuk mengontrol prilaku kekerasan
- Identifikasi kemampuan keluarga dalam merawat klien dan sikap apa yang telah di lakukan keluarga terhadap klien selama ini
- Jelaskan peranserta keluarga dalam merawat klien
- Jelaskan cara-cara merawat klien
• Terkait dengan cara mengontrol prilaku kekerasan atau marah secara komulatif
• Sikap tenang dan bicara tenang dan jelas
• Membantu klien mengintrol penyebab marah
- Bantu keluarga mendemontrasikan cara merawat klien
- Bantu keluarga mengungkap prilaku kekerasan perasaannya setelah melakukan demontrasi

j. Perlindungan diri lingkungan untuk mengontrol prilaku kekerasan
- Bicara tenang, gerakan tidak buru-buru, nada suara rendah, tunjukan kepedulian
- Lindungi klien tidak mencederai orang lain dan lingkungan
- Jika tidak di atasi, lakukan :
• Pembatasan gerak dan pengekangan



REFERENSI
Keliat, Budi Anna, 1998, Proses keperawatan kesehatan jiwa
Jakarta : EGC
Stuart E.V and Sandrai, Sundeen,1998, Buku saku keperawatan jiwa
Jakarta : EGC
Townsend, Mary C, 1998, Buku saku diagnose keperawatan pada keperawatan pediatri, Edisi 3
Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar