Minggu, 20 Januari 2013

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN NUTRISI PADA PENYAKIT HEMATEMESIS MELENA


LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN NUTRISI PADA PENYAKIT HEMATEMESIS MELENA


A. Pengertian
Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nancy Nuwer Konstantinides)
Jumlah dari seluruh interaksi dari seluruh organisme dan makanan yang dikonsumsinya (Cristian dan Gregar 1985)
Dengan kata lain, nutrisi adalah apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh menggunakannya.
Masyarakat memperoleh makanan atau nutrien esensial untuk pertumbuhan dan pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan menormalkan fungsi dari semua proses tubuh.
Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.
Jenis-jenis Nutrien
1. Karbohidrat
Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon, hidrogen dan oksigen.
Karbohidrat dibagi atas :
a) Karbohidrat sederhana (gula) ; bisa berupa monosakarida (molekul tunggal yang terdiri dari glukosa, fruktosa, dan galaktosa). Juga bisa berupa disakarida (molekul ganda), contoh sukrosa (glukosa + fruktosa), maltosa (glukosa + glukosa), laktosa (glukosa + galaktosa).
b) Karbohidrat kompleks (amilum) adalah polisakarida karena disusun banyak
molekul glukosa.
c) Serat adalah jenis karbohidrat yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, tidak dapat dicerna oleh tubuh dengan sedikit atau tidak menghasilkan kalori tetapi dapat meningkatkan volume feces.
2. Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak terdiri atas gabungan gliserol dengan asam-asam lemak.
Fungsi lemak :
a) Sebagai sumber energi ; merupakan sumber energi yang dipadatkan dengan memberikan 9 kal/gr.
b) Ikut serta membangun jaringan tubuh.
c) Perlindungan.
d) Penyekatan/isolasi, lemak akan mencegah kehilangan panas dari tubuh.
e) Perasaan kenyang, lemak dapat menunda waktu pengosongan lambung dan mencegah timbul rasa lapar kembali segera setelah makan.
f) Vitamin larut dalam lemak.
3. Protein
Protein merupakan konstituen penting pada semua sel, jenis nutrien ini berupa struktur nutrien kompleks yang terdiri dari asam-asam amino. Protein akan dihidrolisis oleh enzim-enzim proteolitik. Untuk melepaskan asam-asam amino yang kemudian akan diserap oleh usus.
Fungsi protein :
a) Protein menggantikan protein yang hilang selama proses metabolisme yang normal dan proses pengausan yang normal.
b) Protein menghasilkan jaringan baru.
c) Protein diperlukan dalam pembuatan protein-protein yang baru dengan fungsi khusus dalam tubuh yaitu enzim, hormon dan haemoglobin.
d) Protein sebagai sumber energi.
4. Vitamin
Vitamin adalah bahan organic yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan
berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh.
Ada 2 jenis vitamin :
a) Vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, K.
b) Vitamin larut air yaitu vitamin B dan C (tidak disimpan dalam tubuh jadi harus ada didalam diet setiap harinya).
5. Mineral dan Air
Mineral merupakan unsure esensial bagi fungsi normal sebagian enzim, dan sangat penting dalam pengendalian system cairan tubuh. Mineral merupakan konstituen esensial pada jaringan lunak, cairan dan rangka. Rangka mengandung sebagian besar mineral. Tubuh tidak dapat mensintesis sehingga harus disediakan lewat makanan.
Tiga fungsi mineral :
a) Konstituen tulang dan gigi ; contoh : calsium, magnesium, fosfor.
b) Pembentukan garam-garam yang larut dan mengendalikan komposisi cairan tubuh ; contoh Na, Cl (ekstraseluler), K, Mg, P (intraseluler).
c) Bahan dasar enzim dan protein.
Malnutrisi
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaaan dimana individu yang mengalami kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolic. (Wilkinso Judith M. 2007)
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah intake nutrisi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolic.( Nanda. 2005-2006 )
Tipe-tipe malnutrisi :
1. Defisiensi Nutrien
Contoh : kurang makan buah dan sayur menyebabkan kekurangan vitamin C yang dapat mengakibatkan perdarahan pada gusi.
2. Marasmus
Kekurangan protein dan kalori sehingga terjadinya pembongkaran lemak tubuh dan otot. Gambaran klinis : atropi otot, menghilangnya lapisan lemak subkutan, kelambatan pertumbuhan, perut buncit, sangat kurus seperti tulang dibungkus kulit.
3. Kwashiorkor
Kekurangan protein karena diet yang kurang protein atau disebabkan karena protein yang hilang secara fisiologis (misalnya keadaan cidera dan infeksi). Ciri-cirinya : lemah, apatis, hati membesar, BB turun, atropi otot, anemia ringan, perubahan pigmentasi pada kulit dan rambut.
B. Etiologi
1. Neurologis/temperatur regulasi
Menurunkan metabolisme dan suhu basal tubuh.
2. Status mental
Apatis, depresi, mudah terangsang, penurunan fungsi kognitif, kesulitan pengambilan keputusan.
3. Sistem imun
Produksi sel darah putih Resiko terhadap penyakit infeksi bila leukosit turun.
4. Muskuloskeletal
Penurunan massa otot, terganggunya kordinasi dan ketangkasan.
5. Kardiovaskuler
Gangguan irama jantung, atropi jantung, pompa jantung turun.
6. Respiratori
Atropi otot pernafasan, pneumonia.
7. Gastrointestinal
Penurunan massa feces, penurunan enzim pencernaan, penurunan proses absorbsi, mempersingkat waktu transit, meningkatkan pertumbuhan bakteri, diare, mengurangi peristaltik.
8. Sistem urinaria
Atropi ginjal, mengubah filtrasi dan keseimbangan cairan dan elektrolit.
9. Sistem hati dan empedu
Mengurangi penyimpanan glukosa, mengurangi produksi glukosa dari asam
amino, mengurangi sintesa protein.

C. Batasan Karakteristik
Tanda dan Gejala :
a) Penampilan umum : lemah, tampak sakit kronis atau akut
b) Rambut : kusam dan kering, rapuh, pigmen berkurang, mudah dicabut, tipis dan kasar
c) Wajah : kulit gelap diatas pipi dan dibawah mata, kulit bebecak, muka bengkak atau pipi kempot
d) Mata : membrane mata pucat, kering
e) Bibir : bengkak dan kasar, lesi disudut mulut
f) Lidah : tampak lembut, bengkak merah daging, sakit, papilla atropi
g) Gigi : karies, kecoklatan, malposisi
h) Gusi : seperti spon, mudah berdarah
i) Klenjar : pembesaran kelenjar tiroid
j) Kulit : kasar, kering, berbecak, bengkak, pucat

D. Patofisiologi dan Pathway
1. Pengertian
Hematemesis merupakan muntah darah berwarna hitam yang berasal dari saluran cerna bagian atas dan melena adalah pengeluaran faeses atau tinja yang berwarna hitam yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran makan bagian atas.
Yang dimaksud dengan saluran cerna bagian atas adalah saluran cerna di atas (proksismal) ligamnetum Treitz, mulai yeyunum proksimal, duedonum, gaster, esofagus.
Biasanya terjadi hematemesis bila ada perdarahan di daerah proksimal jejunum dan melena dapat terjadi tersendiri atau bersama-sama dengan hematemesis. Paling sedikit terjadi perdarahan sebanyak 50-100 ml, baru dijumpai keadaan melena. Banyaknya darah yang keluar selama hematemesis atau melena sulit dipakai sebagai patokan untuk menduga besar kecilnya perdarahan saluran makan bagian atas. Hematemesis dan melena merupakan suatu keadaan yang gawat dan memerlukan perawatan segera di rumah sakit.
Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara drah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal
2. Etiologi
a) Kelainan esofagus: varise, esofagitis, keganasan.
b) Kelainan lambung dan duodenum: tukak lambung dan duodenum, keganasan dan lain-lain.
c) Penyakit darah: leukemia, DIC (disseminated intravascular coagulation), purpura trombositopenia dan lain-lain.
d) Penyakit sistemik lainnya: uremik, dan lain-lain.
e) Pemakaian obat-obatan yang ulserogenik: golongan salisilat, kortikosteroid, alkohol, dan lain-lain
3. Batasan Katarakteristik
a) Muntah dan BAB darah warna hitam
b) Sindrom dispepsia, bila ada riwayat makan obat NSAID, jamu pegal linu, alkohol, yang menimbulkan erosi/ulkus peptikum
c) Keadaan umum pasien: pasien sakit ringan sampai berat dapat disertai gangguan kesadaran (pre koma/koma hepatkum)
d) Dapat terjadi syok hipovolumik.
e) Takikardi
f) Perabaan dingin
g) Kulit pucat











E. Intervensi Keperawatan
1. Fluid management
2. Pertahankan cacatan intake dan output yang akurat
3. Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan
4. Monitor vital sign

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar